Berbagi Pengalaman Tinggal di Kampung Inggris

73 views

Satu bulan sudah tinggal disana rasanya ada banyak perihal yang sanggup saya ceritakan di sini. Kampung Inggris, siapa sih yang gak paham Kampung Inggris? Begitu terkenalnya kampung yang satu ini di mata orang Indonesia. Bisa saya pastikan tiap tiap orang Indonesia tentu setidaknya pernah mendengar nama Kampung Inggris.

Tujuan saya pergi ke Kampung Inggris tidak jauh berbeda dengan umumnya orang yang pergi ke sana, ya, untuk belajar Bahasa Inggris. Berangkat dengan teman dari Bandung mengfungsikan kereta api Malabar pukul empat sore hari dan sampai di Kediri terhadap pukul empat dini hari.

Selama di kereta, saya dan teman konsisten menerus menebak layaknya apa situasi di sana, bagaimana orang-orangnya, bagaimana makanannya, bagaimana cuacanya, dan satu pertanyaan besar yang sangat perlu jawaban (khususnya bagi diri saya sendiri) yakni apakah orang-orang di sana seluruhnya berbahasa Inggris?

Perasaan senang, penasaran, dan menginginkan segera sampai di sana rasanya menjadi satu, sampai kelanjutannya kita tertidur. Hehehe…

Oke, singkat ceritanya kita udah sampai di Kediri. Berhubung hari tetap gelap, sekitar pukul empat pagi, stasiun belum buka supaya kita tidak sanggup segera pergi ke Kecamatan Pare. Stasiun Kediri buka sekitar pukul 1/2 enam. Pada kala itu, tukang becak udah banyak menanti di depan pintu muncul dan tawarkan jasa mereka untuk mengantarkan kita ke pangkalan angkot. Tapi, tak hanya becak, ada termasuk jasa sewa mobil. Tentu saja untuk menyewa mobil tidak sanggup satu atau dua orang, kalau siap menjamin biayanya. Saya berteman dengan dua mahasiswa asal Jakarta dan mengajak mereka untuk pergi dengan ke Pare. Dengan demikian, kelanjutannya kita lebih menentukan menyewa mobil daripada naik becak dan angkot. Selain lebih praktis dan cepat sampai, menyewa mobil memberikan kenyamanan sendiri sebab tidak wajib berdesakan dan barang bawaan tersimpan dengan aman.

Selama perjalanan menuju Kampung Inggris atau dikenal termasuk dengan nama Desa Tulungredjo, Pak Supir cukup banyak bercerita tentang Kampung Inggris dan penduduk di sekitarnya. Ternyata tidak seluruh orang di sana sanggup bhs Inggris. Tentu saja ini mengagetkan sebab di luar prediksi saya. Saya pikir seluruh orang di sana sehari-harinya mengfungsikan bhs Inggris, bahkan tukang cilok pun berbahasa Inggris. Tapi ternyata tidak. Hmm…

Leave a reply "Berbagi Pengalaman Tinggal di Kampung Inggris"

Author: 
    author