Keyakinan Pelaku E-Commerce Bahwa Bisnis Semakin Berkembang

39 views

Usaha jual beli on-line masih tetap menggeliat th. ini. Shopee, mobile-platform asal Singapura umpamanya, optimis bisnisnya selalu berkembang di Indonesia.

CEO Shopee Chris Feng menyebutkan, walaupun baru beroperasi di Indonesia, rata-rata transaksi /hari di Indonesia menjangkau 150. 000. Indonesia berperan sekitaran 40% pada usaha Shopee yang dilengkapi dengan cek resi untuk konsumen.

Keyakinan Pelaku E-Commerce Bahwa Bisnis Semakin Berkembang

” Membaiknya keadaan ekonomi Indonesia di th. ini juga akan menyokong perkembangan e-commerce. Transaksi jual beli on-line yang dikerjakan orang-orang makin bertambah, ” tutur Feng, Rabu (8/2).

Manfaat meningkatkan bisnisnya di Indonesia, perusahaan ini merogoh investasi Rp 100 miliar untuk meningkatkan entrepreneur lokal. Dana itu dialokasikan untuk program Universitas Shopee atau session kelas edukasi.

” Road show th. ini juga akan kami kerjakan di 13 kota serta ditargetkan dapat menarik 80-100 peserta dalam tiap-tiap sesinya, ” papar dia.

Terlebih dulu Managing Director Shopee Indonesia Rainal Lu menyebutkan, th. ini pihaknya membidik pemakai Shopee di Asia Tenggara menjangkau 88, 7 juta orang.

Shopee masuk ke Indonesia pada 1 Desember 2015 kemarin. Waktu itu, terkecuali di Indonesia, mereka juga masuk pasar Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura, Vietnam serta Taiwan.

OLX (On-line Exchange) di Indonesia juga optimis bisnisnya tumbuh th. ini. Selama th. 2016, keseluruhan transaksi OLX menjangkau 1, 4 juta dengan nilai transaksi menjangkau Rp 31 Triliun. Angka itu naik 163% dibanding th. 2015.

” Dibanding dengan satu tahun lebih lantas, angka itu bertambah mencolok, ” tutur Daniel Tumiwa, Chief Executive Officer OLX Indonesia. Menurutnya, perkembangan e-commerce juga akan didukung oleh pemakai internet di Indonesia yang menjangkau 132 juta orang. Tetapi, dia malas mengatakan tujuan th. ini.

Hadi Wenas, CEO Mataharimall. com juga percaya bisnisnya juga akan tumbuh th. ini. ” Kami membidik perkembangan berlipat dibanding th. lantas, serta banyak surprise yang kami sediakan di th. ini, ” tutur dia.

KemKominfo Genjot Transaksi E-Commerce

Bareksa. com – Survey Bank Indonesia memberikan perkembangan penjualan ritel non makanan per September 2017 berkurang 6, 2 % dibanding dengan periode yang sama th. kemarin. Dalam kabar berita juga mengatakan sebagian toko ritel baju yang mulai tutup gerai di beberapa lokasi di Jakarta.

Namun yang menarik perkembangan penjualan ritel e-commerce on-line yang sebagian besar transaksinya yaitu penjualan non makanan malah bertambah cepat.

Data statista. com yang baru dilaunching Oktober 2017 menguraikan angka penjualan ritel e-commerce on-line sudah menjangkau US$7, 05 miliar atau sekitaran Rp91, 6 triliun (anggapan kurs Rp13. 000 per dolar AS). Angka itu tumbuh 22 % di banding akhir Desember 2016. Kenaikan itu juga lebih tinggi dibanding dengan pemain-pemain ritel off line besar yang penjualannya cuma tumbuh rata-rata 10 %.

Menteri Komunikasi serta Informatika, Rudiantara menyebutkan arah kebijakan pemerintah sekarang ini salah nya ialah penguatan serta pemberdayaan UMKM termasuk juga dengan skema usaha “Shared Economy”. (Bacalah juga : 2020, 6 Juta UMKM Go Digital Punya potensi Capai Transaksi Beberapa ribu Triliun).

Rudiantara ambil contoh kesuksesan dari Tokopedia yang berhasil mengaplikasikan jenis usaha disruptif yang dapat memberi kesempatan usaha serta lapangan pekerjaan ke semua pelosok negeri bahkan juga sampai ke lokasi terpencil.

Perkembangan ini tidak terlepas dari besarnya jumlah pemakai internet di Indonesia yang buat Indonesia jadi satu diantara pasar transaksi on-line paling besar didunia. Sampai 2022, jumlah pemakai internet diprediksikan jadi 139, 54 juta dari 104, 96 juta di 2017 berdasar pada data statista. Sekitaran sepertiga dari jumlah itu atau sekitaran 43, 9 juta adalah potensi jumlah konsumen on-line.

Rudiantara menyatakan Pemerintah tetaplah memonitor perubahan dari transaksi e-commerce on-line supaya terwujud industri yang sehat serta bisa diakui orang-orang. Hal semacam ini jadi satu diantara gagasan yang tertuang dalam peta jalan pengembangan e-commerce.

Kementerian Komunikasi serta Informatika yang juga akan mengkoordinasi sebagian Kementerian/instansi (KL) yang berkaitan seperti Kementerian Keuangan, Bank Indonesia serta Tubuh Pusat Statistik.

Startup Unicorn

Tumbuhnya industri e-commerce satu diantaranya dapat dibuktikan dari startup yang telah menyandang status unicorn. Sekarang ini dari tiga startup yang telah berstatus unicorn, satu diantaranya di bagian e-commerce, yaitu Tokopedia. Dua yang lain yaitu Go-Jek serta Traveloka.

Startup e-commerce beda yang dimaksud selekasnya menyusul status unicorn yaitu Bukalapak. Unicorn yaitu perusahaan rintisan yang mempunyai valuasi lebih dari US$1 miliar. (Saksikan juga : Menteri Rudiantara : Startup Berhasil, Akan Ada Lima Unicorn Indonesia di 2019).

Menteri Rudiantara memberikan kementerian serta pebisnis di perusahaan rintisan sudah mencermati beberapa startup di Indonesia. Akhirnya, ada 44 startup yang punya potensi jadi unicorn di masa yang akan datang.

” Prospek perubahan startup di Indonesia masih tetap bagus. Sebab success rate startup di Indonesia sudah bertambah jadi 4 %. Berarti jika ada 1. 000 startup, jadi 40 salah satunya punya potensi untuk berhasil, ” katanya.